Selama ini, kita tau kalau remaja-remaja Indonesia sudah banyak yang ngalamin kegagalan.
Banyak remaja Indonesia yang habisin waktunya dengan hal-hal yang gak penting.
Contohnya :
Sex, Ngedrugs, Berantem dan lain-lainnya..
Hal-hal yang jelas ngerugiin diri mereka, tapi masih saja tetap mereka lakukan.
Nah kali ini saya akan mengambil dari masalah sex bebas.
Sex bebas yang terus merajalela di kalangan remaja.
Perkembangannya bukan tambah menurun malahan tambah meningkat sangat pesat.
Aktivitas sex dengan berganti pasangan pada kalangan remaja di Indonesia terbukti setiap tahun-nya meningkat drastis.
Dokter Ahli penyakit kulit
dan kelamin Dr.Musin Winata mengakui bahwa jumlah pasien usia remaja seumuran pelajar SMA bahkan SMP banyak yang datang untuk berkonsultasi kepadanya terus menuerus bertambah.
Para pelajar cenderung tidak mendapatkan bekal pengetahuan yang kuat dari orang tua untuk membentengi dirinya.
Menurut saya, Internet juga bisa jadi penyebab/perantara terjadinya sex bebas.
Sebagai contoh saya ambil jejaringan sosial yang saat ini digandrungi remaja seperti FACEBOOK.
Berawal dari berkenalan, kemudia ketemuan, sampai terjadinya sex bebas.
[h3]Dampak sex bebas bagi fisik dan psikologis remaja[/h3]
Pengetahuan remaja mengenai dampak sex bebas masih sangat rendah.
Yang paling menonjol dari kegiatan sex bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan (hamil duluan).
Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 60% nya dilakukan oleh remaja.
Secara psikologis sex diluar nikah memberikan dampak seperti :
Hilangnya harga diri, Merasa dihantui dosa, Merasa takut hamil, Lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, Dan yang pasti hinaan dari masyarakat.
Hasil perkiraan
Di indonesia sendiri Persentase kasus hamil diluar nikah mencapai 45% kurang lebihnya.
Dan 30% untuk kasus pernikahan akibat hamil duluan berujung pada perceraian,
Tidak sedikit pula yang memilih jalan pintas melakukan aborsi karna tidak berani menanggung malu.
Secara fisik, tindakan aborsi ini memberikan Dampak jangka pendek secara langsung berupa pendarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dan dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dilarang Kirim Spam